Contak Person
Handphone : 085640718996 (WA) / 087888425445
Penting...!!!
Pemesanan sebaiknya 2-3 hari sebelumnya.
Ingat..!!
Pembayaran cash sebelum barang dikirim...!!!
085640718996 (Telp. & Whatsap)
087888425445 (Telp.)

Mutu Beton

Senin, September 18th 2017.

Tabel Mutu Beton Normal

Sesuai dengan judul diatas pada halaman ini kami akan membahas mengenai Tabel Mutu Beton normal atau mix design beton yang banyak digunakan untuk menghasilkan adukan beton yang sesuai dengan rencana kerja & berkualitas baik yang banyak digunakan produsen readymix, mulai dari mutu K-100 sampai dengan K-35.

Mencampur adukan beton untuk mendapatkan mutu beton yang baik dan sesuai dengan yang direncanakan dan dengan biaya yang murah tidak bisa dikerjakan dengan sembarangan dan asal asalan. Adukan beton tersebut harus memiliki sifat mudah dikerjakan (workability) yang bagus saat kondisinya plastis (saat belum mengeras) sehingga mempermudah tukang saat mengerjakannya dan menjadi beton yang kuat dan tahan lama saat kondisinya sudah mengeras nantinya.

Mutu beton yang diterapkan ke struktur bangunan itupun harus diperhatikan dengan baik karena akan berpengaruh pada struktur bangunan itu sendiri utk jangka waktu yang panjang. Misal mutu beton untuk kolom praktis gedung bertingkat akan lebih tinggi dibandingkan dengan mutu beton yang digunakan untuk teras lantai rumah yang relatif rendah bebannya, bangunan di tepi pantai, bangunan yang terkena cuaca yang ekstrim atau pondasi pabrik dengan beban berat mesin diatasnya.

Perbandingan Campuran Harus Proporsional

Seperti pada artikel kami sebelumnya mengenai pengertian beton, bahwa beton adalah suatu campuran antara aggregat halus dan kasar, semen, air, admixture, udara yang bersifat plastis untuk sementara waktu lalu berubah mengeras seiring dengan berjalannya waktu dan semakin padat yang dipakai untuk kebutuhan teknis atau bahan bangunan.

Komposisi campuran antara material yang satu dan lainnya akan mempengaruhi sifat dan mutu beton yang dihasilkan. Komposisi ini dibedakan dalam satuan berat, namun komposisi campuran dalam satuan volume pun bisa dilakukan dan biasanya dilakukan oleh para tukang bangunan pada konstruksi skala kecil pembangunan rumah tinggal.

SEMEN

Untuk membuat suatu adukan beton, kita pasti memerlukan semen dimana semen ini jika dicampur bersama air akan membentuk pasta yang akan mengikat material lain seperti pasir dan kerikil menjadi satu. Dan penambahan jumlah semen pada suatu adukan akan menambah kekuatan serta durability beton.

AIR

Penggunaan air diperlukan untuk melarutkan semen dan membuat adukan beton menjadi kohesif dan memiliki workability yang bagus. Namun penambahan air tidak boleh berlebihan karena akan mengurangi kekuatan beton.

RASIO SEMEN – AIR

Perbandingan campuran ini biasa disebut w/c atau dalam bahasa inggrisnya “water to cement ratio”. Jika perbandingan w/c semakin besar itu artinya campuran air terhadap semen tinggi atau banyak, yang berpengaruh pada berkurangnya kekuatan dan durability beton (lihat diagram dibawah). Perbandingan rasio ini dibatasi hanya direntang 0,40 – 0,50 tergantung besarnya kadar sulfat dan sifat korosif lingkungan yang akan mempengaruhi beton.

AGREGAT KASAR & HALUS

Perbandingan komposisi campuran betonpun harus diperhatikan, jika komposisi campuran pasir terlalu banyak, maka adukan menjadi terlihat lunak atau encer.

Jika komposisi campuran batu kerikilnya terlalu banyak, maka adukan menjadi kasar, berbatu dan saat dipadatkan batu batu tersebut keluar dari permukaan dan sulit diratakan.

Metode Pencampuran

Pencampuran adukan beton harus dikerjakan dengan baik dan mengikuti kaidah tabel mutu beton atau mix design beton sehingga material seperti pasir, batu split, air dan semen serta zat additive lainnya tercampur dan tersebar merata sesuai dengan rencana kerja. Pengadukan dan pencampuran beton sebaiknya menggunakan mesin karena membuat campuran jadi tercampur merata atau homogen. Pencampuran itu dilakukan ditempat lain seperti batching plant kemudian dibawa ke lokasi cor menggunakan truk mixer (Ready Mix), namun ada juga yang dicampur di lokasi cor (Site Mix).

Untuk beton ready mix pencampuran dan penimbangan beton dilakukan di batching plant menggunakan timbangan yang sudah dilengkapi komputer kemudian campuran tersebut dimasukkan ke dalam gentong truk mixer dan dibawa ke lokasi tujuan. Penambahan zat additive retarder ke dalam adukan beton merupakan keharusan karena selama truk mixer membawa adukan beton bisa jadi perjalanan tersebut mengalami kemacetan yang bisa memakan waktu lama. Retarder berfungsi untuk memperlambat proses setting pada adukan beton (memperlambat proses pembekuan beton) untuk sementara waktu.

Sementara kalau pencampuran beton dilakukan di lokasi cor biasanya para tukang menggunakan mini drum mixer atau orang biasanya mengenal dengan molen beton yang diputar menggunakan mesin. Saat pertama kali akan mencampur adukan beton pastikan bahwa drum molen dalam keadaan tidak ada air di dalamnya. Gunakan ember bekas cat untuk menakar bahan materialnya, bila ember bekas cat 25 kg terlalu besar, bisa anda ganti menjadi ember bekas cat yang berukuran 5 kg. Masukkan terlebih dahulu batu split atau batu kerikil, masukkan juga pasir dan semen. Putar drum mixer menggunakan mesin sampai semua bahan tercampur dengan baik kemudian tambahkan air sedikit demi sedikit sampai didapat slump atau kekentalan yang sesuai dengan rencana kerja.

Dari kedua metode pencampuran diatas terlihat bahwa pencampuran beton yang dilakukan tukang pada umumnya berdasarkan perbandingan volume. Hal tersebut karena di lokasi cor tidak terdapat timbangan dan biasanya tukang tidak mau ribed sehingga mengakibatkan kurang terjamin kekuatan betonnya jika beton tersebut di tes uji tekan.

Lain halnya dengan metode yang dilakukan perusahaan ready mix untuk menghasilkan beton yang baik dan terukur kekuatannya, prosedur produksinya adalah dengan cara ditimbang terlebih dahulu dengan komposisi yang proporsional antara satu material dengan material lainnya. Komposisi proporsional antara satu material dengan material lain biasa disebut dengan mix design.

Dibawah ini kami berikan tabel mutu beton atau mix design beton yaitu komposisi campuran berat semen, pasir, batu split dan volume air yang dibutuhkan untuk membuat mutu beton mulai dari K-100 sampai dengan K-350, semua dalam satuan 1 kubik (m3) beton.

Referensi tabel :

SNI DT – 91 – 0008 – 2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Oleh Dept.Pekerjaan Umum

Demikian artikel kami mengenai Tabel Mutu Beton atau mix design beton untuk menghasilkan adukan beton yangberkualitas baik yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat.